Neotek

Anda dan Teknologi

Telaah Isi Neotek

HOME | tentang neotek | arsip & neotek lama | DAFTAR ISI | ARTIKEL UTAMA | ULAS GAGASAN | GALERI pilihan

Life Skill Info Kelautan

Included colors

Kantor Redaksi:
14 Mount Elizabeth
#16-03 Elizabeth Towers
Singapore 228512
Tel. +65-67386482
Mob. +65-96781536
email:
redaksi@newneotek.com

Kantor Adminstrasi:
Gedung Cahaya Palmerah
Suite 507
Jl, Palmerah Utara III/9
Jakarta 11480
Tel. +62-21-5481457
email:
redaksi@neotek.co.id

Search

Latest news

Oktober 2007: Situs asli Neotek (www.neotek.co.id) kembali aktif. Dari situs ini terdapat link ke arsip Neotek lama yang ditempatkan di mirror site Neotek di newneotek.com

September 2007: Weblog Neotek mulai aktif dimulai oleh beberapa kontributor termasuk redaktur pelaksana Neotek pada tiga tahun terakhir Neotek cetak

Kunjungi
discoveryindonesia.com

Memang tidak semua artikel di Neotek ada di discoveryindonesia.com dan ada juga artikel online dan galeri foto-foto yang tidak dimuat di edisi cetaknya. Keduanya saling memperkaya.

Links:

Neotek tidak lagi terbit sebagai majalah cetak

Discovery Indonesia (Ngintip Situs Barunya)

Memang belum resmi, tetapi DiscoveryIndonesia.com sudah bermigrasi menggunakan Joomla! CMS dan bukan sekedar halaman-halaman HTML. Boleh ngintip prototipenya di sini:

http://discoveryindonesia.com/portal
http://journal.discoveryindonesia.com

Inisiatif baru untuk sekolah-sekolah menengah di Indonesia:

http://www.edu2000.org

Bahan-bahan seminar di Universitas Airlangga (2-3 November 2007)

Business Aspects of Journal Publishing (download ZIP)
The Marketing Mix of Journal Publishing (download ZIP)
Workshop Materials (download ZIP)
SCR 2003 (download ZIP)

Mencari arsip majalah Neotek untuk download?

http://www.edu2000.org

Kosasih Iskandarsjah's Blog

http://kosasihiskandarsjah.wordpress.com

Sebagai majalah cetak, Neotek 07-01 adalah edisi terakhir. Neotek 07-01 juga terbit sebagai buku (menggunakan ISBN). Keputusan menghentikan penerbitan Neotek sebagai produk cetakan (baik sebagai majalah maupun buku) diambil setelah melalui proses yang panjang. Perubahan ke era elektronik tidak lagi memberi banyak ruang untuk produk cetakan.

Berikut ini adalah Neotek 07-02 yang direncanakan terbit, namun akhirnya tidak jadi  diterbitkan. Walaupun demikian edisi online-nya dapat diperoleh di www.discoveryindonesia.com (dalam Bahasa Inggris).

Phinisi (lihat gambar) bukan hanya merupakan kapal kebanggaan orang Bugis melainkan juga kebanggaan kita semua.

Sebenarnya bukan hanya orang Bugis yang mampu membuat kapal yang mampu mengarungi samudra seperti phinisi, melainkan juga orang Jawa dengan jukungnya. Namun sejarah telah membuatnya punah, terutama setelah VOC mengalahkan Sultan Agung dan selanjutnya raja-raja Mataram bersifat represif terhadap orang pesisir.

Bagi orang Jawa menjadi nelayan bukanlah kebanggaan, seperti yang kita dengar dari pak Malik nelayan dari pantai Kenjeran (pantai utara Jawa) yang mencari ikan (tepatnya menunggu ikan masuk ke jalanya) di Selat Madura.

Di pantai selatan Jawa, nelayan benar-benar menantang alam; dengan menggunakan hanya sekoci mereka berani berlayar sampai 180 mil laut ke tengah Samudra Hindia. Jangan heran: kebanyakan nelayan si sini keturunan orang Bugis dan sekoci mereka merupakan turunan dari phinisi.

Teknoantrop

Bahwa sejarah dan antropologi mempengaruhi perkembangan teknologi, termasuk teknologi kelautan (markitim) dihipotesiskan oleh Ir. Mathius J. Tamaela dari Unsada. Ikuti hipotesisnya yang sepintas dibahas di Neotek kali ini.

Teknologi Maritim

Pada dasarnya anda bisa membuat kapal laut sendiri, menggunakan para pengrajin perahu yang banyak terdapat di sepanjang pantai Selatan Jawa. Perahu yang mereka  buat adalah yang sudah biasa mereka buat, tanpa rancangan awal dan bahkan tanpa gambar teknik. Pengalaman yang membuat perahu ini laik layar, meskipun di pantai Utara Jawa perahu ini kadang-kadang tidak simetris!

Kenali pembuatan perahu tradisional ini serta bagaimana seorang pastor dari Italia berhasil menyuntikkan teknologi tepat guna untuk memperbaiki teknologi pembuatan perahu tanpa mengubah tradisi para pengrajin. Adaptasi teknologi inilah yang membuatnya berhasil dan bukannya memaksa pengrajin perahu bekerja mengikuti teori sekolahan.